Revitalisasi SMK, Dindik Jatim Siapkan Tiga Strategi Jitu

Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim akan menerapkan tiga strategi jitu untuk pemenuhan kebutuhan guru produktif dan mengindahkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016, tentang revitalisasi SMK.

Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengatakan, percepatan sertifikasi profesi siswa dan guru SMK serta memperkuat link and match dengan industri kunjung sekolah.

“Kita akan siapkan salah satunya dengan instruktur sebaya hal ini untuk pemenuhan guru produktif,” kata Saiful, saat ditemui di acara Lomba Kompetensi Siswa ke XXV di gor Soekarno, Nganjuk.

Mantan kepala badiklat Jatim ini, menjelaskan. Instruktur sebaya dibentuk dengan cara memilih siswa SMK yang kompetensinya telah teruji dan memiliki prestasi unggul. Dan nantinya ditugaskan menjadi asisten guru untuk mengajari teman sebayanya.

“Kandidat yang akan dipilih untuk dijadikan instruktur salah satunya dari juara LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK,” jelas Saiful.

Sebelum menjadi instruktur, tambahnya. Mereka akan diberi beasiswa dan dilatih di poli teknik selama setahun. “Untuk pembiayaan pelatihan akan diberi beasiswa sebesar Rp2 juta,” tambah Saiful.

Disinggu soal target, Saiful belum bisa merinci. Sebab, hal ini akan dipetakan sesuai kebutuhan dunia industri. “Kita tidak terlalu membutuhkan instruktur untuk bisnis manajemen. Sudah terlalu banyak. Yang jauh lebih dibutuhkan adalah teknik mesin dan operator alat-alat berat,” kata Saiful.

Dua strategi lain sebagai respon positif terhadap Inpres revitalisasi SMK, diterangkan Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan Dindik Jatim Dr Hudiyono, bahwa tengah di proses dengan menggandeng BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

“Percepatan sertifikasi, Saat ini pengajuan penambahan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) 1 dan  LSP 2 ke BNSP tengah dilakukan,” terang Hudiyono.

LSP 2, lanjut Hudiyono, dapat difokuskan untuk menyertifikasi guru-guru SMK. Khususnya sekolah yang sudah memiliki LSP 1. Ketiga, penguatan link and match dengan industri dilakukan dengan gerakan industri kunjung sekolah. Setiap satu minggu sekali, industri yang telah mendeklarasikan diri dalam program ini akan mengirimkan pelatih tempat kerja ke sekolah. “Jadi satu bulan empat kali ada pelatih tempat kerja yang dikirimkan industri melatih siswa SMK di sekolah,” tambah Hudiyono.

Sementara itu, Kepala BNSP Sumarna mengatakan, segi fasilitas yang ada di bakal LSP 2 yang diajukan Dindik Jatim. Sarana-prasarana sangat memadahi untuk dijadikan lembaga sertifikasi bahkan mentamai dari atase pendidikan yang ada di Jerman

“Tempat pelatihan milik Dindik Jatim ini sudah menyerupai di Jerman. Sebagai regulator, Dindik Jatim bisa mengajukan LSP 2. Selama ini, tempat itu sebenarnya sudah bekerjasama dengan LSP 3 di Jakarta sebagai tempat ujian. Jadi prosesnya akan lebih mudah,” tandas Sumarna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *