Hadapi Persaingan MEA dengan Perkuat Pendidikan & Pelatihan Vokasi

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan International Conference on Vocational Education and Training (ICVET) 2016 di Hotel Sheraton (15/09-2016).

Dengan mengangkat tema “Strengthening TVET in ASEAN Economic Community (AEC)”. Event tahunan, kolaborasi Fakultas Teknik dan Program Pascasarjana ini, bertujuan untuk memberikan kontribusi pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan vokasi sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang terampil dan kompeten sehingga dapat diterima di negara lain.

Keynote Speaker menghadirkan Prof. Intan Ahmad, Ph.d, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menjelaskan tentang penguatan pendidikan dan pelatihan di Komunitas Ekonomi Asean.

Sedangkan pembicara tamu adalah Prof. Dr. Pascal Marquet dari Strasbourg University, Perancis, yang berbicara mengenai perkembangan ICT, lalu Dr. Michael Grosch dari Karlsruhe Institute of Technology, Jerman, tentang pengembangan draf untuk pengajar pendidikan vokasi ASEAN, serta Tony Borkett, Manager Technical Training and Development dari PT Thiess Contractor yang membeberkan mengenai peran sektor swasta dalam pengembangan kompetensi pada pendidikan vokasi, juga Prof. Soenarto, Ph.D, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang menyampaikan tentang peran pendidikan vokasi dalam perkembangan ekonomi dan ketenagakerjaan di era MEA.

Pertumbuhan ekonomi di suatu negara tergantung pada perkembangan sektor industrinya dimana industri membutuhkan tenaga kerja terampil dan tidak bisa dipungkiri bahwa tenaga-tenaga kerja Indonesia bertumpu dari pendidikan vokasi atau kejuruan.

“Karenanya pendidikan vokasi sangat penting makna dan posisinya dalam pembangunan ekonomi bangsa,” ujar Prof. Soenarto seperti disitat dari laman UNY, Sabtu (18/9/2016).

Menilik hal itu, pendidikan vokasi mesti memperhatikan permintaan pasar (demand driven) dan antisipatif terhadap perubahan kebutuhan pasar (market driven) serta pengembangannya perlu memperhatikan studi sektor ekonomi, studi kebijakan pembangunan ekonomi, dan studi permindayaan tenaga kerja (man-power).

Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Widarto, menuturkan bahwa ICVET adalah forum untuk kemajuan pendidikan kejuruan maupun vokasi di Indonesia. “Dengan melibatkan praktisi, akademisi dan sektor industri, agenda ini diharapkan mampu memberikan terobosan dan pembaharuan untuk pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia karena bidang inilah yang sangat diharapkan untuk memenangkan persaingan di era MEA,” ujar Dekan FT UNY.

“Namun terampil saja tidak cukup, karena di era persaingan ini yang penting adalah ‘pengakuan’ secara resmi mengenai keahlian seseorang baik skala nasional maupun internasional. Hal itu juga yang akan menjadi pokok bahasan untuk menciptakan standar dalam konfrensi ini,” lanjut Dr. Widarto.

Konferensi ini dibagi menjadi beberapa fokus diskusi diantaranya, menyoroti kebijakan-kebijakan terkait kerangka kualifikasi, peran pendidikan dan pelatihan kejuruan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, sektor informal dan keterampilan lokal serta pengembangan institusi guru vokasi.

sumber: news.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *